Sugeng Rawuh

Sugeng Rawuh
Selamat Datang

Semua Catatan Keisengan dan Keanehan saya

Hanya menulis yang saya rasa. Terimakasih

Selasa, 03 Desember 2013

"Ikhlas"

"Ikhlas" satu kata yang kembali terngiang ngiang di benak saya. Ya kata itulah yang mungkin maknanya bila dijalankan dapat membuat saya kembali legawa.

Satu minggu yang lalu (terhitung saat catatan ini ditulis) musibah itu datang. Ia datang bukan hanya untuk saya tapi juga kami, kami yang berperan cukup penting di acara itu. Kejadian itu cukup membuat saya uring-uringan, bahkan sempat seharian saya sama sekali tidak ingin mengunjungi tempat tersebut termasuk menjalani kewajiban saya sebagai mahasiswi. Saya kecewa, sakit hati, sedih dan perasaan-perasaan tidak enak lain. Karena bukan hanya benda kecil itu saja yang hilang dari hidup saya. Saya harus berhadapan bahwa beberapa tugas maupun catatan penting disana juga ikut hilang. Saya juga kehilangan beberapa teman-teman saya termasuk berbagai pekerjaan alias "job" yang belum terselesaikan. Itu artinya saya juga harus merelakan penghasilan saya berkurang dari prediksi awal. Tugas kuliah yang sering saya kerjakan di dalam benda kecil itu pun entah bagaimana keadaannya, padahal belum sempat berpindah tempat ke laptop kesayangan terpaksa ulang dari awal lalalalalalala. Informasi-informasi penting pun tidak bisa saya peroleh dengan mudah (syukur kalau masih ada yang mau peduli kalau tidak?) Daaaaannnnnnn berbagai hal yang hilang dari kehidupan saya.

Tak ada hal lain yang kembali harus saya jalani selain ikhlas dengan segala kehilangan yang saya hadapi. Tak ada yang bisa disalahkan dalam kasus ini kecuali diri saya yang cukup lalai. Ya mungkin saja saya telah lalai terhadap banyak hal.

Semoga semesta mengganti semua itu.


Minggu, 11 Agustus 2013

Peduli Bahasa Ibu




Berawal ketika saya tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia (IMBASADI). Salah satu isu yang diangkat dari organisasi tersebut adalah kepedulian terhadap bahasa ibu. Saat itu penggodogan mengenai kurikulum bahasa daerah sedang genting-gentingnya. Beberapa teman-teman terutama yang berasal dari jurusan pendidikan bahasa daerah dibeberapa kampus gencar menyuarakan kepentingan akan bahasa daerah. Tak ketinggalan IMBASADI digaet serta. Berbagai kegiatan penyaraan dilakukan seperti aksi-aksi di beberapa tempat.
Saya yang jujur saja tidak terlalu suka melakukan aksi sejenis turun ke jalan mulai berpikir apa yang bisa kita lakukan untuk menyuarakan isu tersebut. Kemudian saya teringat ketika pelatihan GCC, salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk "aksi" bisa melalui akun jejaring sosial. Lalu tercetuslah ide mendirikan akun yang mengulas mengenai bahasa ibu khususnya bahasa daerah. Bersama senior saya Mbak Salfia Rahma dan teman di UNS  Mbak Yusi kami membuat akun @PeduliBahasaIbu. Kami harap melalui akun tersebut bisa menerobos berbagai golongan terutama pemuda. Sehingga isu mengenai pentingnya bahasa ibu bisa disuarakan.
Oh iya dalam memperingati hari bahasa ibu tahun 2013 kami mengadakan kuis dengan hadiah kaos bergambar aku cinta bahasa ibu.
Yukkkk dukung kepedulian kita terhadap bahasa ibu.
segera follow

Selasa, 18 Juni 2013

Nikmati Saja

Kala itu aku pernah merasakan haus yang teramat sangat. Lalu tiba-tiba kamu datang membawa segelas air. Segar dan akupun tersenyum. Waktu ku tanya "air apa itu?" katamu "nikmati saja! enak bukan?" Aku mengakui itu memang enak, manis dan aku ingin lagi.

Kamu mengatakan bahwa air itu tidak hanya penghilang haus, tapi juga ramuan ajaib. Dengan meminum air itu secara terus menerus dan rutin kita bisa hidup kekal abadi. Ah aku begitu terlena. Tapi lama kelamaan aku merasakan hal aneh. Aku pusing aku pun mabuk. Duhh bagaimana ini? Kamu bilang "tenang saja tak apa". Tapi aku tak bisa hanya diam aku harus tau yang sesungguhnya.

Setelah kutelusuri hidup abadi itu ternyata masih fana. Entah benar entah tidak. Masih banyak kok minuman lain yang bisa aku nikmati. Rasanya tak kalah manis dan itu bisa kunikmati kapan saja dengan cara bagaimanapun. Ya tentunya itu tidak memabukkan

Oke aku memang harus memutuskan ini tidak bisa diteruskan. Aku harus berhenti, bahkan jika itu membuat kita berpisah. Tenang aku disini masih menghargai apa yang kamu berikan selama ini.

Sedikit ruang di benakku masih ada dirimu. Tapi memang kita harus mengakui bahwa kita berbeda. Aku tak bisa mengikuti apa yang kau mau. Tentunya kamu juga tak akan mau mengikuti apa yang aku mau bukan?

Selamat tinggal kasih mari kita nikmati minuman kita masing-masing. Suatu saat kita pasti bisa menemukan teman minum sendiri-sendiri.


Rabu, 06 Maret 2013

Kamu Ombak Pantai Indrayati

Kamu adalah ombak
Jika dari jauh tak akan terlihat dilautan
Sedikit saja mendekat kamu membuatku takut
Tapi semakin dekat ternyata kamu pintar sekali merayuku
Perlahan aku mulai jatuh cinta
dan kamupun menarikku sedikit demi sedikit
Aku tergoda
Apalagi sahabatmu pasir ikut membelai belai aku
Kemudian aku tersadar oleh tamparan batu karang yg berkata "JANGAN BODOH Itu BERBAHAYA AYO KEMBALI"
Ah iya betul, aku bisa mati jika termakan rayuan sang ombak
Mataharipun perlahan menuntunku kembali
Selamat tinggal ombak, aku pulang
Walaupun berat rasanya meninggalkanmu
Kenyataan telah menunjukkan bahwa kita tak akan pernah bisa bersama
Tenang kita tetap bersahabat bukan?
dilain waktu aku janji akan mengunjungimu kembali
dan kita bermain bersama saling merayu..

Sabtu, 05 Januari 2013

Seniku

Seni bukanlah benar atau salah
Seni bukan menang atau kalah
Seni bukan juga baik atau buruk
Semua seni itu indah
Ya Keindahan adalah suatu nilai yang dapat diukur dengan angka
Nilai keindahan itu sendiri ada di dalam hati, 
didalam perasaan dan jiwa masing-masing individu
Aku bisa berkata indah walaupun menurutmu itu buruk
Mereka mungkin jijik menjauh, tapi kita bisa bersenang-senang
Memang seperti itu seni
Tidak dapat ditebak
Penuh kejutan